Selasa, 31 Januari 2012

sebutir cuatan bangsa

Berjalan mengendus tak bermata hati, 
Mengusik ketenangan tanah datar di dasar lautan. 
Dalamnya jiwa yang penuh dengan rasa iri, 
merubah moralitas hanya duduk diam di atas pangkuan. 
 Tersenyum dalam sebuah koloni masyarakat yang tertindas, 
Membuyarkan ideologi dasar yang menjadi formalitas. 
Tak peduli lagi dengan mulut yang pedas, 
Tak tahu lagi tingkah laku yang pantas. 

 Menangis mereka untuk menyuarakan hati yang tertinggal, 
Berusaha untuk bualan yang tak berisi. 
Merintih hati yang tersisa hanya sepenggal, 
Akibat mereka para generasi kaum farisi. 
 Bermodalkan janji yang mustahil untuk terjadi, 
Mengendap tanpa suara saat mencuci perkakas kotor di atas meja. 
Sebuah kebenaran berlian yang sering kita gali, 
Hanya menyisakan bongkahan besi dan baja. 

Saling membunuh berdasarkan ideologi, 
Bersatu dalam propaganda di mata para budak. 
Mereka para hewan yang naik kasta menjadi manusia antropologi, 
Dilahirkan hanya untuk sebuah kenikmatan dunia kelak. 
Aku malu menjadi bagian negara ini, 
Mereka lelah untuk mendapat sebuah keadilan. 
Para dewa tak membela kali ini, sebab,kau telah menyuap mereka dengan kotoran. 
INST.

Rabu, 11 Januari 2012

Inti kehidupan

Kehidupan adalah suatu proses dimana kita dipenuhi oleh keinginan birahi yang begitu tajam.
Dalam kehidupan kita dapat merasakan apa itu sebuah kekayaan.
Kita mengenal rasa kecewa,tertekan dan gembira.
Kehidupan adalah suatu hal yang kompleks.
Bagi orang awam, tujuan kehidupan adalah sebuah abstrak yang tak tahu mengapa ia dilahirkan.
Terus menerus menjadi anak kecil yang selalu ingin ditemani.
Mereka tidak pernah belajar bagaimana mereka dapat menikmati sebuah kesendirian.


Nafsu duniawi, itulah penyebab dimana hancurnya sebuah kehidupan. 
Terus menerus mengejar sebuah kesejahteraan kehidupan dimana kita dapat dihormati dan dipatuhi. 
Anda telah melakukan apa saja yang dapat membuat bahagia. 
legal maupun ilegal. 
Anda adalah sebuah tombak pertikaian dari orang miskin yang tak punya. 
Tidak ada rasa puas bagi manusia seperti anda. 
Sangat memalukan jika saya adalah anda. 
Kematian anda adalah yang terbaik untuk kita semua.
Pada dasarnya,kehidupan adalah sederhana. 
Sebuah proses kehidupan dimana kita akan menuju kesempurnaan. 
Inti dari kehidupan adalah rasa bersyukur atas apa yang semua yang telah kita dapat. 
Kita tidak perlu bekerja keras untuk menjadikan diri kita sebagai konglomerat. 


Saya harap, Anda semua yang telah membaca ini harus menentukan siapa panutan hidup anda.
Seorang yang anda yakini dapat merubah anda menjadi orang yang penuh rasa syukur dan kedamaian.
Anda tidak memerlukan harta benda yang melimpah,
 tetapi anda harus mempunyai rasa syukur yang berkesinambungan.
Dengan demikian anda telepas dari nafsu duniawi yang menghancurkan kehidupan anda.
Hidup dengan rasa damai dan tenang,
hingga pada waktunya anda dapat mencapai kesempurnaan di atas sana.




"Sang Pencipta lah yang harus menjadi panutan hidup anda"

Minggu, 08 Januari 2012

"jaman kini"


Kisah nenek yang tak terlupa,,
tak berhenti walaupun SI CUCU sudah tertidur lelap,,

mencritakan dari masa orde reformasi
hingga sang tikus berdasi,,
di antara bising para penjilat di televisi,,
jauh dari hati nurani,,

Sekarang,
nenek yg berlidah emas
tak menceritakn kancil cerdik dan buaya bodoh,,
atau,,
jenaka pak pandir,,

lidah nenek yang menyimpang pada cerita yugi-oh,,digimon hngga Cinta Fitri...!!
mengisi malam menjelang tidur SI CUCU....

kini,,KING BURGER,,PIZZA HUT dan es teler 77 adalah makanan kseharian kita..
tak pernah terasa rasa KUE CUCUR,,NAGASARI dan BUBUR PACAR....!!

Duniamu cucu telah berjarak jauh dari yg terdahulu....
akibat dari Globalisasi yg mraja lela tanpa kompromi.....
terkontaminasi tanpa imunisasi....
Dunia yang mementingkan cover tanpa melihat isi...

Dunia yang tidak bisa mmbedakan,,
Bisik dgn busuk..
Bisa dgn basi...
dari pejabat hngga penjahat...

Dunia yang bersekat oleh sang urban,,langit dan hamparan laut yg berbeda...
hingga cakrawala yang berevolusi.....