Selasa, 13 Agustus 2013

Menerima sisa??


Dan matahari masih membuka hati untuk bersinar
Tanpa malu ia berkarya demi sebuah kehidupan
Ia tidak enggan untuk membangunkan kita lagi
Saat ia menutup diri, cahaya nya  ada dalam indahnya bulan

                Akhirnya malam tiba dan ia tidak menyombongkan diri dengan panas nya
                Ia beristirahat dengan cahaya bintang yang menghiasi malam kelabu
                Panas yang membakar  kepalamu, ia sejukkan dengan rintik hujannya
                Matahari yang menyedihkan, tanpa mengeluh tersedu ia bersinar

Saat fajar, ia menyingsing terbangun dari kamar  tidurnya
Memberikan sedikit warna jingga sebelum dirimu melakukan tugasmu
Ia kembali bersinar dan membiarkan tumbuhan menyerap kebesaranya #denganIkhlas
Tumbuhan yang hidup akan membagi kotorannya agar kamu hidup

                Siapa yang menjadi tersangka, matahari atau tumbuhan?
                Kamu hanya menerima sisa fotosintesis yang terbuang
                Kamu makhluk istimewa yang hanya menerima sisa?
                Tanpa ragu kamu bersyukur atas nafas yang ada dalam tubuhmu

#sepenggalsyukur


Ost.


Tak ada sore dan udara menjadi segar
Tak ada gelap, lalu mata enggan menatap
Tak ada bintang mati, butiran pasir terbang ke langit
Tak ada fajar, hanya remang malam semua telah hilang

Terserah matahari
Harum mawar, membunuh bulan
Rahasia tetap diam tak terucap
untuk itu semua aku mencarimu
Berikan tanganmu, jabat jemariku
Yang kau tinggalkan hanya harum tubuhmu
Memanggil namamu

atau kau ingin aku
berteriak sekencang kencangnya
agar seluruh ruangan ini bergerak oleh suaraku

ini rahasiaku
tak ada gelap, segalap jauh darimu
tak ada lagi bintang dimataku, ketika bayanganmu membentang

kamu pernah menjadi senja,
kini yang tersisa hanya aroma tawa dan harum air mata

#SastraTeduh