Kadang manusia berpikir tentang sesuatu yang tidak seharusnya manusia pikirkan. Merasa paling tinggi dalam hal yang menurutnya benar. Lucu, saat manusia berkata yang seharusnya ia tidak katakan. Pikiran adalah untuk selamanya, selamanya ada dan manusia menikmatinya. Menikmati untuk dua sisi kehidupan yang saat ini sudah lebur dalam sosialita. Hitam dan putih yang kian lama kian samar.
Ironis, saat semuanya belum tentu benar dan manusia menggunakannya hanya untuk menjadi pelindung di masa hidupnya. Ironis, saat manusia ragu akan sebuah kebenaran. Kebenaran tidak selalu benar, dan kesalahan tidak mampu berkutik karena kesalahan itu sendiri yang menjadi acuan. Kadang manusia melakukan sesuatu yang tidak beralasan. Keinginan tanpa niat, yang terus ia utarakan.
Manusia tidak sepenuhnya mengerti akan kehidupan, yang ia tahu adalah bagaimana cara hidup yang paling benar, sedangkan kebenaran masih diombang ambingkan dengan segala kemungkinan. Kemungkinan yang seharusnya manusia tidak pikirkan (lagi) Lalu, apa yang seharusnya manusia lakukan? Hal ini masih diperdebatkan (bagi yang mendebatkannya, para pemikir) walaupun tidak banyak yang peduli pada kehidupan karena tidak banyak manusia yang berpikir tentang kehidupan.
Ironis, saat jutaan kepala dan jutaan sel otak yang digunakan hanya untuk satu tujuan yang belum tentu benar. Manusia seperti terkurung di kandang kehancuran. Terkurung dimana manusia saling berlomba dan membunuh satu sama lainnya hanya untuk satu titik yang semu. Katakan padaku, apa itu kehidupan? Kehidupan yang benar benar hidup. Bukankah, kebenaran tidak berbeda dengan kehidupan yang pasti akan hancur oleh usia dan manusia? Kini, manusia seperti tidak mampu berjalan bebas tanpa komentar satu sama lainnya.
Berbahagia tanpa ada tawa yang mampu mengganggu kenyamanan manusia lainnya? Bersedih tanpa tangis yang melegakan? Apa yang seharusnya manusia lakukan, selain diam? Manusia yang sedikit mengerti tentang toleransi untuk berekspresi, pada akhirnya manusia berusaha menyibukkan diri dengan tawaran tekhnologi. Ekspresi yang tidak nyata, bersifat hiperbola atau hanya kemunafikan semata. Ironis.
Cinta adalah sebuah jawaban – Einstein. Kadang manusia salah mengartikan tentang cinta. Seperti kehidupan yang menjadi misteri, cintapun hingga kini tidak diketahui sejarah cinta hingga berujung pada bibit, bebet dan bobotnya. Cinta seperti apa yang manusia idamkan? Berbeda kepala, berbeda juga arti kata “cinta”. Suatu hal yang begitu rumit yang seharusnya tidak dipikirkan manusia. Bayangkan saja, ada cinta di setiap hembusan manusia dan manusia itu sendiri yang menebangi pohon hingga ada saatnya manusia akan mati karena tidak ada pohon tidak menghasilkan oksigen yang dibutuhkan manusia. Cinta yang datang dengan alasan wajah cantiknya, mapan kehidupannya dan dari nama baik keluarganya, lalu berikan aku deskripsi tentang cinta tulus manusia!