Kamis, 30 Januari 2014

Hendak kemana, entah

menyusuri waktu dan lokasi
membuka mata dalam kotak hitam bumi ini
mata hanya memandang keindahan hidup para batu
malampun masih terjaga dan belum redup

mereka memamerkan jajnan dan tumpangan
polusi suara membuat gaduh kota mati ini
ku berhenti, melihat sisi lain dari mahasiswi pukul 2 pagi
mereka menunggu dan masih ada untuk menanti

lantunan lagu ini menemani setia sampai aku mati
pohon rimbun itu masih tetap menaungi kesendirian ini
memori otak pun mengulangi semua yang telah terjadi
membawa malamkku semakin jauh dan mati

rasa dingin yang menusuk, membuatku terjaga kembali
bergerak pulas dalam tujuan mulia ini
melawan cahaya lampu yang menerangi hitamnya malam
dan garis putih ini terus membimbingku hingga keluar dari tempat ini

terlintas sejenak, kedua sosok yang berharga dalam hidupku
mereka yang membuatku hidup dan berada
dan saudaraku yang melengkapi kekurangan kakaknya
dia baru saja dikuatkan imannya dengan tamparan Uskup

dan mereka, masih menjadi pertanyaan
apakah sudah siap untuk sebuah masa depan?dan aku, masih berkutat dalam tujuan ini
apakah mampu bertahan dalam pola pikir yang ironis ini?

terkadang aku merasa menjadi sosok yang kurang bijaksana
melihat sebuah cahaya meledak dikehidupan sekitarku
sebagai salah satu cara untuk menghancurkan persamaan kita

aku takut menjadi salah satu orang yang munafik dari sekian banyak mereka yang munafik
aku benci duniawi ini, namun aku masih tinggal di dunia ini
aku yakin dengan surgawi, namun aku enggan berusaha untuk mendapatkan-Nya

#give me some advice
#bring me out from this insane

Tidak ada komentar:

Posting Komentar