Sabtu, 01 November 2014

“AKU MASIH BUKAN AKU”


Untuk menjadi apa, aku ada?

Hingga bosan, cermin kamarku mendapati pertanyaan bodoh seperti itu. Maafkan aku, kamu yang ada di cermin kamarku. Aku belum menemukanmu. Apakah sudah terlalu banyak sesuatu yang terlewatkan untuk mencari siapa dirimu? Dari cinta yang aku tinggalkan, hingga kehidupan penuh sandiwara aku bertahan. Hanya berandai saja, penuh estimasi tanpa kejelasan dan bukti. Sebatas teori tanpa aksi.

Aku lelah mencarimu. Lelah mencari dirimu yang sebenarnya ada dalam diriku sendiri. Sebut saja ini Ironis. Mencari sesuatu yang seharusnya tidak dicari. Sesuatu yang seharusnya diciptakan, bukan dicari.

Dari segala yang pernah aku lalui, mencoba membaca sesuatu yang tidak tertulis. Mencoba menemukan sesuatu yang tidak perlu digali. Apakah aku salah? Apa salahkku? Hai kawan, tolong aku. Jangan biarkan aku terlalu lama tersesat, jangan diam saja!! Apakah kau hanya mampu diam dan memainkan permainanmu sendiri?

Dari segala kehidupan yang aku lewati, entah kanan atau kiri, entah hitam atau putih, aku terus berestimasi. Kehidupan yang sudah terlewatkan, akan aku jadikan apa wahai kau kenangan? Setelah ini semua terjadi, tidak semudah mengucapakan kata “terbayar lunas, tuntas, aku ikhlas”. 

Teristimewa bagi kalian yang telah menemukannya tanpa berusaha mencarinya. Aku yakin kalian hanya mengikuti sebuah peradaban dunia saja. dan tanpa kalian, duniapun tidak akan ada bedanya dan kehidupanmu hanya untuk mengahbiskan waktu saja.

Jangan kau tertawa, hai cermin!! hahaha
Andai saja kau mengerti aku, kau tidak akan menyusahkan aku. Siapa dirimu? Tak usah kau jawab, akupun tidak mengerti siapa dirimu. Aku mencintaimu, cerminku. #hahahehe

Tolong aku, temukan aku. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar