Aku mencari
Aku memahami
Kebutuhan seorang hidup
Segenggam nasi dan lauk pauk
Sebatang rokok sebagai penutup
Kepuasan batin dari sebuah ambisi
Keinginan memiliki sesuatu yang
tidak bisa diakhiri
Harta, Fasilitas, Gelar, Wanita /
laki laki, hingga keluarga
Sifat optimisme dalam memperbaiki
derajat kehidupan
Syarat kehidupan layak dalam
berbagai sudut meja
Tanpa kaki sebagai tumpuannya
Mereka pun akan sadar dan jatuh
Terbuang dalam api penghangat
Namun bukan aku yang memutuskan,
tapi Dia yang membuatku hidup
Seperti Nabi aku berkata
Tanpa melihat jauh dalam cermin
kamarku
Otak ini masih ingin belajar
tentang tumbuhan
Membunuh setiap rasa keinginan
Membumbung tinggi dalam awan yang
bersetubuh dengan gunung
Kebanggaan yang dirasa tidak
perlu
Kian hari, kian beranjak dewasa
dan berkembang
Tak peduli akan ajakan memindah
kotak otak dalam kepalaku
Berteriak dalam sebuah ruang
rapat
Bersitegang dengan batin,
keinginan dan tuntutan
Keadaan dimana aku diam termenung
tanpa bergerak di sudut
Kebebasan, kenangan, ruang rindu,
dan cinta
Mereka seakan menahan kemana aku
akan pergi
Menentukan arti hidup seperti
binatang yang sudah berlari
Menentukan dahan seperti burung
yang sudah bertengger disana
Bergelut dengan perbedaan
Ajaran, keyakinan, warna, harta,
jasa, dan sebagainya
Membuat hamba dan anda kembali
menjauh
Tidak menutup kemungkinan kita
akan bersatu sebagai manusia
Menjalani apa yang tertulis
Entah yang mereka lakukan
terhadap kita adalah dosa atau pahala
Mereka hanya ingin menuju surga
yang sempurna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar