Sabtu, 31 Mei 2014

Hingga yang Terindah Mampu


Semacam kerinduan menghujam dalam
berhenti pada satu wajah indah
memberi senyuman pada malam
merayap mesra seperti wabah

Bercerita indah pada dinding penantian
membuang waktu, menumbuhkan kasih
para tikus putih diam semalaman
menunggu mati, menuju pucat putih

Telinga berdengung kencang
air  ingin berjalan sepanjang
merasa panjang memandang
seperti melayang

Kemesraanmu, diantara kusta bukan dusta
meruak sampai keluar dari tubuhnya
ikatan bayangan hilang entah
terlepas sudah jantung dari sarangnya

Tidak ada komentar: